Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Amazing Indonesia

AMAZING INDONESIA is an portal and community about tourism, travel, and destinations to Indonesia. Read selengkapnya

Wayang, Seni Pertunjukkan Asli Indonesia

REP | 20 June 2013 | 22:12 Dibaca: 186   Komentar: 0   1

Wayang adalah seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. Selain itu beberapa daerah seperti Sumatera dan Semenanjung Malaya juga memiliki beberapa budaya wayang yang terpengaruh oleh kebudayaan Jawa dan Hindu.

1371741018387477682

Pada tanggal 7 November 2003, UNESCO menetapkan wayang sebagai pertunjukkan bayangan boneka yang terkenal di Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Kata wayang sendiri berasal dari kata “wewayangan” yang berarti bayangan. Karena ketika pada saat pertunjukkan wayang digelar, untuk melihatnya menggunakan kain tipis atau disebut juga dengan kelir yang digunakan sebagai pembatas antara dalang (yang memainkan wayang) dan penonton. penonton hanya melihat gerakan wayang melalui bayangan di kelir tersebut.

1371741114189952795

Pada zaman dulu, pertunjukkan wayang hanya diiringi oleh gamelan (alat musik tradisional jawa) yang terdiri dari saron, todung, kemanak dan juga beberapa sinden (penyanyi tradisional jawa). Pertunjukkan wayang Jawa merupakan seni budaya dari Indonesia yang memiliki kombinasi yang sangat komplek, antara lain seni gerak, seni musik, seni sastra, seni ukir, dan seni lukis.

Referensi :

WayangWayang, Javanese Puppet Show

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Rencana ISIS Memenggal Kepala di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Nyari Hobi yang Menguntungkan? Hidroponik …

Jeane Siswitasari | | 22 September 2014 | 16:34

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Cak Lontong Kini Sudah Tidak Lucu Lagi …

Arief Firhanusa | 6 jam lalu

Asyiknya Acara Pernikahan di Jakarta (Bukan …

Irwan Rinaldi | 7 jam lalu

Matematika Itu Hasil atau Proses? …

Pical Gadi | 8 jam lalu

Usia 30 Batas Terbaik untuk Menjomblo? …

Ariyani Na | 8 jam lalu

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Menjawab Soal Matematika Tergantung Suasana …

Aditia Aditia | 7 jam lalu

Mengenal Masjid Sulthoni Plosokuning sebagai …

Riscky Ellya Yuniaw... | 7 jam lalu

Berbagi Air Kencing Di Tower II Parang …

Chi Sin Gendon | 8 jam lalu

Please, Ini yang Terakhir Ya? …

Riuh Rendah Cerita ... | 8 jam lalu

Timnas Indonesia Lebih Bobrok dari Maladewa …

Joko Siswonov | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: