Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Alfigenk Ansyarullah

orang biasa saja, biasa saja,,,

Datu Palajau, Tokoh Penyebar Islam di Barabai

REP | 11 July 2013 | 20:06 Dibaca: 573   Komentar: 2   3

13735477171910433577

Datu Palajau

Tokoh Penyebar Islam di Barabai

Oleh: Alfigenk Ansyarullah

Datu Palajau

Tokoh Penyebar Islam di Barabai

Oleh: Alfigenk Ansyarullah

Datu palajau, tidak diketahui nama asli beliau, adalah seorang ulama yang dipercaya menyebarkan agama Islam di tanah banjar dan menetapkan diri bermukim di desa Palajau saat ini, beliau di duga salah satu anggota rombongan dari Khatib dayan, Datu Palajau juga orang yang diduga mendirikan mesjid di Palajau, kemudian saat ini dinamakan mesjid keramat Palajau.

Angka tahun kedatangan datu palajau tidak dapat dipastikan, tapi bisa diperkirakan tidak lama setelah kemenangan pangeran Samudera dalam merebut tahta kerajaan di Daha dan memindahkan pusat kerajaan ke Banjarmasin, Datu palajau bisa jadi satu rombongan dengan Khatib Dayan atau sesudahnya. Khatib Dayan merupakan pimpinan utusan Kerajaan Demak untuk mengislamkan kerajaan banjar yang baru berdiri beserta seluruh wilayah kekuasaannya. Catatan lain memperlihatkan bahwa pengislaman bukan hanya terjadi di wilayah tradisional kerajaan Banjar yakni seluruh daerah aliran Sungai Dahan atau sungai Nagara yang meliputi sungai tabalong, sungai batang balangan, sungai batang alai, sungai Labuan amas, sungai amandit dan sungai Tapin, namun juga ke wilayah taklukan dan pengaruh kerajaan Banjar lainnya di seluruh wilayah pesisir selatan pulau Kalimantan hingga pesisir Timur dari Sambas di barat hingga Bulungan di Utara, beberapa utusan Demak yang sebagian kerabat wali songo telah mendarat di Kotawaringin dan Paser.

Datu palajau kemungkinan bukanlah seorang Jawa, tapi merupakan berbangsa arab atau keturunan arab, pada masa-masa itu dimana Demak dan Ceribon merupakan dua kerajaan Islam yang didirikan dan dipimpin oleh para wali songo. Wali Songo sendiri adalah istilah yang kita pakai untuk sembilan wali terkenal ditanah jawa, wali songo sendiri tidak sejaman diantara mereka tapi lebih terkait dalam hal nasab dan kemashuran mereka dalam berdakwah. Wali songo merupakan sebuah jaring keluarga keturunan Arab yang menyebarkan Islam ditanah Nusantara dengan mendirikan beberapa kerajaan islam di tanah jawa sumatera dan semenanjung melayu, sebagian kerabat dan keturunan mereka menyebarkan Islam secara politis. Datu palajau disinyalir juga merupakan kerabat Wali songo tersebut atau bisa jadi seorang ulama yang di undang oleh para wali songo untuk menyebarkan Islam di Nusantara.).

Kedatangan rombongan penyebar Islam utusan demak tersebut menyebar keseluruh pelosok kerajaan banjar, yang waktu itu hampir mengusai seluruh kawasan pesisir Kalimantan saat ini. Sebuah rombongan atau lebih di tugaskan di daerah hulu sungai ini, daerah tradisional tempat asal muasal kerajaan banjar dengan penduduk yang banyak di daerah-daerah  muara sungai ,seperti tanjung, kalua, amuntai, alabio, Negara, margasari..  Untuk lebih kedalam aliran sungai labuan amas maka kemungkinan palajau lah yang dipilih untuk berdakwah, untuk aliran sungai batang alai, maka desa Jatuh lah yang kemungkinan dipilih. Namun palajau merupakan daerah pertemuan dua buah anak sungai yang membelah dua, satu ke batang alai, satu sungai lainnya ke Labuan amas, hanya di palajau satu-satunya lokasi pertemuan dua anak sungai antara sungai batang alai dan sungai Labuan amas , Kita belum belum bisa memastikan apakah ada hubungan nasab antara desa palajau dan jatuh, tapi hubungan perkawinan dipastikan ada.

Selain itu, keturunan palajau juga mengadakan ikatan perkawinan dengan keturunan keluarga ulama lain, seperti keturunan keluarga Syekh Arsyad al-Banjari dan keturunan keluarga pamangkih serta keluarga mandingin dan keluarga alawiyin barabai. Keluarga Syekh Arsyad al-Banjari tiga ratus tahun setelah kedatangan datu Palajau merupakan keluarga terkemuka dalam pendidikan Islam ditanah banjar dan Nusantara yang keturunan banyak menjadi Ulama, termasuk juga di Barabai. Barabai pada jaman dahulu lebih dikenal dengan nama Alai yang meliputi seluruh wilayah Timur antara sungai batang alai dan sungai Labuan amas saat ini, wilayah yang secara kasat mata terlihat sebagai bagian dari kaki pegunungan meratus.

Dalam sebuah catatan, Raden Tumenggung, paman dari Pangeran Samudera, yang dikalahkan oleh pangeran samudera dalam perebutan tahta diperintahkan untuk memerintah di daerah Batang Alai dengan penduduk seribu orang. Dari sini kita bisa membandingkan betapa sedikit penduduk waktu itu disini. Setelah perang banjar dan hulu sungai dikuasai belanda, maka kota Barabai dibangun oleh belanda, desa-desa baru bermunculan, belanda telah memerintahkan bahwa rumah-rumah penduduk harus dibangun di pinggir jalan raya agar mudah dikontrol, hal ini lambat-laun seratus tahun kemudian menghilangkan kebiasaan membuat rumah di pinggir sungai dalam adat orang hulu sungai. Selain itu perkebunan Belanda juga mulai merambah daerah daratan kering dan pegunungan meratus dekat Barabai. Akhir abad ke 19 telah dibuka pemukiman baru yang jauh dari sungai, sehingga perpindahan dan pertambahan penduduk di barabai sangat pesat, dan menjadikan percampuran keluarga semakin banyak. Akhirnya hanya sebagian keluarga yang masih mengingat dan mencatat sejarah keluarga mereka. Jaman pembukaan perkebunan juga merupakan salah satu jaman emas dalam perekonomian masyarakat hulu sungai, dimana sebagian dari mereka mulai memiliki perkebunan sendiri, sebagai contoh perkebunan karet, Barabai menjadi primadona karet pada saat itu dan wilayah amuntai serta negara menjadi kota perekonomian baru.

Sebagian dari dampak perang banjar adalah terjadinya migrasi besar diantara penduduk banjar ke daerah sumatera dan semenanjung melayu (Malaysia), hal ini juga terjadi pada banyak keluarga barabai dan Palajau, beberapa catatan dan cerita keluarga palajau masih ada yang seperti itu, sebagian hubungan keluarga masih bisa ditelusuri sebagian lagi hilang. Beberapa tahun ini hubungan dalam dunia maya (internet) telah kembali membuka tali silaturahmi yang terputus (sejak konfrontasi indonesia dan malaysia beberapa dekade silam) antara orang banjar di malaysia dan ditanah banjar sendiri, termasuk barabai tentu saja juga palajau.

Hampir lima ratus tahun sejak kedatangan datu palajau baru terbuka diri para keturunannya untuk meniliti dan menyambung tali silaturahmi dengan penelitian nasab, meski sangat terlambat tapi itu tidak lah mengurangi semangat para keturunan datu palajau untuk menguatkan ikatan sejarah diantara mereka. dari mempelajari sejarah dan jalur nasab, kita bisa memahami karakteristik diri kita sendiri dan meneliti jalur keilmuan yang telah diwariskan kepada kita semua. Bagaimana nenek moyang kita mempersiapkan para keturunannya meneruskan perjuangkan mereka dalam menyebarkan agama Islam ditanah banjar ini.

Berikut adalah beberapa informasi yang mungkin bisa menjadi bahan diskusi kita bersama nanti:

1. Datu palajau, berdasarkan laporan resmi Kiai Ahmad Dahlan anak dari Ki Demang Yuda Negara kepada perintah Hindia Belanda yang menuliskan bahwa ayahnya Ki demang yuda Negara adalah cucu dari Kiai martapati, pimpinan daerah sungai Labuan amas dimasa kerajaan banjar, Kiai martapati adalah keturunan utusan demak penyebar islam yang diduga adalah pendiri  mesjid keramat Palajau.

2. Dalam buku sejarah mesjid keramat palajau disebutkan beberapa nama yang diduga utusan-utusan penyiar islam dari demak , salah satu dari penyebar islam itu diduga bermukim dan berketurunan dipalajau serta mendirikan mesjid yang sekarang disebut mesjid keramat palajau. Menurut penulis buku, sumber berita ini adalah seorang tetua palajau dipandawan yang saat ini telah meninggal dunia.

3. Sebuah silsilah yang dimiliki Tuan guru Khalik dipalajau, diperkirakan orang yang disebut Datu palajau merupakan seorang ulama berbangsa Arab. Keluarga datu Khalik banyak bermukim disekitar mesjid keramat palajau.

4. Sebuah kertas yang ditemukan ditiang guru mesjid keramat palajau yang ditemukan saat pemugaran ditahun 70-an, tertulis bahwa pendiri mesjid merupakan seorang utusan demak, kertas tersebut dibawa dan disimpan ke Jakarta oleh adik gubernur Syarkawi, tulisan dalam kertas tersebut berbahasa arab gundul, saat ini kertas yang sangat rapuh itu sudah hilang, namun isi dari kertas tersebut sempat diberitahukan kepada bapak Syasam syarkawi.

5. Sebuah cerita yang didapat dan disimpan dari keluarga habib Alwi al-Habsy dibarabai, yang diceritakan oleh anak beliau, bahwa ibu mereka yang bernama ibu Masrah merupakan cucu dari dari Lurah Asin di Banua Kupang, Lurah Asin sendiri menurut mereka merupakan keturunan Demak (kemungkinan utusan penyebar Islam Demak). Menurut pak Syasam Syarkawi (anak gubernur Syarkawi, Juga ketua kerukunan kelurga demang yudha) Lurah Asin merupakan seorang ulama yang mempunyai gelar Ki Ngabi wira Negara,,,lurah ASin sendiri mempunyai empat orang saudara yang mempunyai Gelar-gelar kebangsawanan, sepert ki ngabi kerta Negara dan lain-lain.

6. Silsilah yang didapat dari keturunan Tuan guru Haji Marais di Mahang, menyebutkan bahwa kakek beliau bernama Ki wangsa yuda Negara. Dipercaya juga keturunan utusan dari jawa (kemungkinan Penyebar islam dari Demak).

7. keluarga yudha karsa (karsa Yudha, keluarga Karsa) di mahang juga mengaku mereka merupakan keturunan dari jawa.

8. keluarga Ki demang Yudha Negara, Lurah Asin, Ki wangsa Yudha negara, keluarga yudha karsa, dan keluarga tuan guru khalik melakukan ikatan perkawinan diantara keturunan-keturunan mereka.

9. keluarga-keluarga diatas  berada di Palajau, Mahang, Pandawan, Banua Asam, Palas, Rasau, Banua Kupang, Banua Hanyar, dan rantau Kaminting, daerah yang secara georafis sangat berdekatan, desa-desa yang saling bertetangga saja, dahulu kedua wilayah ini tergabung dalam dua desa besar yaitu palajau hilir dan palajau hulu. Palajau hilir memanjang sampai ujung jalan Karamat Manjang di kota barabai saat ini. walaupun keturunannya sesudah itu keturunannya menyebar banyak ke daerah lain, seperti lok Besar dan Birayang.

8. ketika melihat silsilah keluarga diatas, beberapa keluarga, seperti keluarga lurah Asin dibanua kupang dan Keluarga Ki demang Yudha Negara, juga keluarga tuan guru Khalik terdapat beberapa nama yang menggunakan gelar Andin, gelar yang diturunkan melalui garis laki-laki.

9. Gelar Andin, di dapat apabila seorang laki-laki biasa menikah dengan seorang bangsawan yang bergelar gusti atau antung, maka anak yang lahir biasanya diberi gelar andin, yang biasanya tidak diturunkan. Di daerah mahang sungai hanyar terdapat sebuah makam pangeran kerajaan Banjar yang diperkirakan meninggal ditahun 1700-an, dapat kita beri hepotesa bahwa keturunan dari datu palajau kemungkinan menikah dengan keturunan pangeran ini, yang menurunkan Andin-andin yang ada dipalajau. Atau kemungkinan besar pemberian gelar Andin yang merupakan sebuah gelar bangsawan yang membedakan garis turunan dari silsilah para Raja banjar umumnya dari garis laki-laki. Gelar Andin pada dasarnya adalah gelar kebangsawanan pada jaman hindu budha di tanah banjar, kemudian di jaman islam diturunkan statusnya menjadi gelar bangsawan rendah.

Dahulu keluarga Pagustian di Binjai Pirua kasarangan melakukan perjodohan dan perkawinan dengan keturunan mesjid keramat yang mereka anggap sebagai keturunan Andin, perjodohan dengan orang palajau sangat disenangi dan menjadi tradisi. di binjai pirua dekat balanti terdapat nama tempat “Tatah Palajau”. beberapa nama yang masih diketahui orang palajau yang menikah disana adalah haji Ali dan yang lebih tua lagi adalah Haji Dul Karim yang menikah dengan Gusti Saadiah (atau Gusti Sa’diah).

Di jaman dulu tidak sembarang orang yang bisa menikahi seorang wanita keturunan bangsawan. Jadi keturunan datu palajau lah yang mungkin bisa menikahi mereka. berbeda dengan gelar andin lainnya yang tidak diturunkan, keturunan andin dari datu palajau ini malah diturunkan melalui garis laki-laki. Beberapa silsilah yang saya temukan memperlihatkan hal itu. Gelar Andin barabai sama statusnya dengan gelar Anang sebagai gelar kebangsawanan di daerah Amuntai.

Beberapa keluarga Palajau keturunan Andin malah pergi merantau ke Sumatera dan Malaysia, mereka mengakui bahwa mereka lari dalam kejaran Belanda dan sebagaian melepas gelar Andin agar tidak dikenali lagi. Salah satu keluarga Andin paling besar dan terkenal di Malaysia adalah keturunan Pangeran Andin dali di Batu Pahat Johor Malaysia.

10. Disinyalir para keturunan datu palajau banyak menjadi ulama dan juga pejabat kerajaan semasa kerajaan banjar, palajau pun menjadi pusat pemerintahan dijaman dulu, dan palajau juga sempat disebut orang dengan Serambi mekkah, karena banyak penduduk Palajau menimba ilmu ke mekkah.

11. Kiai Dipasanta , Pimpinan kampung Kadi , gelar pada keturunan kampung kadi barabai yang nota beni pada jaman dahulu kampung yang berseberangan dengan palajau juga diakui keturunan yang berasal dari seseorang yang bergelar seperti orang jawa, Kiai Dipasanta di perkirakan sejaman dengan Kiai Martapati dan mempunyai ikatan keluarga dan sama-sama keturunan Datu Palajau.

12. Terdapat perdebatan diantara para keturunan dari tokoh-tokoh diatas di karenakan gelar yang digunakan kakek buyut mereka sangat mirip dengan gelar bangsawan jawa, sebagian dari mereka berpendapat bahwa kakek buyut mereka merupakan memang benar-benar berasal dari Jawa, sebagaian yang lain menganggap bahwa gelar itu merupakan gelar biasa dan lumrah dalam struktur kerajaan banjar, seperti gelar Tumenggung yang banyak digunakan oleh suku dayak dan juga Kiai yang di dalam suku banjar merupakan gelar bagi pemimpin suatu masyarakat, bukan seorang ulama seperti saat ini. Penulis lebih cenderung kepada pendapat kedua jika gelar-gelar yang mirip dengan gelar bangsawan Jawa bukan berarti mereka adalah orang Jawa.

13.Daerah Palajau sebeanrnya sangat lah luas, meliputi 1/3 kecamatan Pandawan meliputi beberapa desa. Namun Yang disebut palajau dalam arti sebenarnya adalah daerah kecil di antara simpang empat palajau dan madrasyah tsanawiyah, Di tengah-tengahnya mesjid keramat palajau.

saat  ini daerah kecil palajau hanya didiami beberapa keluarga asal /asli yang tersisa, yaitu

1.  keturunan datu Hasan, yaitu Datu NAIM, Datu haji Dul KARIM (Meninggal di Binjai Pirua),Datu Haji AMIN (Meninggal di Deli Serdang, Tanah Deli Sumatera), serta Diyang Kamilah yang menikah dengan Andin Syihabudin, Yang mempunyai keturunan hanya Naim bin Hasan yang mendiami tanah sebelah barat mesjid anak beliau yang masih hidup adalah utuh naim atau Jumberi yang berumur hampir seratus tahun, dan Diyang Kamilah di Rasau, anak diyang Kamilah Yang masih hidup adalah Diayang ganal atau ma Ganal saat ini berumur lebih dari seratus tahun,  Beberapa keluarga lain merupakan pendatang atau dari keluarga jauh.

2. Keluarga keturunan ALIUDIN, saudara dari Hasan, yang keturunannya yang diketahui adalah datu MAYUSUF, Datu JAMBUL, Datu BAKRI (ubak) yang mendiami sebelah diseberang dan sebelah timur mesjid.

3. Keluarga datu ABRAR yang mendiami tanah sebelah timur mesjid, yang keturunannya adalah ABBAS, UMAR, JAPRI, kaum mesjid kai Ishak merupakan anak dari umar..

4. Keluarga terkenal, yaitu keluarga tuan Guru JAFERI bin ISMAIL yang keturunannya yang terkenal adalah KH. Abdul Khalik yang mendiami tanah di sebelah timur mesjid.

5. Keluarga Turunan Haji Abdul Kadar, turunan laki-lakinya yang diketahui adalah Guru  Basri berkubur dekat mesjid di Belanti Binjai Pirua.keturunannya ada di sungai buluh, di bulai indah barabai, dan riwa batumandi.

6. keluarga Haji Muhammad di palajau dan saudaranya di Bukaman, anak laki-laki dari Haji muhammad adalah bernama Abdussamad yang juga mempunyai anak laki-laki bernama Muhammad Basuni yang sampai sekarang masih hidup di palajau, sedangkan Bukaman mempunyai anak laki-laki bernama mansur dan cucu laki-laki bernama Taberi yang sekarang tinggal di Banua Asam, rumah panggung dan tanah asal keluarga ini berada bertetangga di sebelah barat dari  keluarga Naim. tanah itu sudah di jual dan, saat ini keluarga Muhammad basuni tinggal di sekitar madrasah Tsanawiyah  di palajau.

7. Keluarga Haji Adul, yang anaknya di ketahui bernama Ahmad, Bakri, Kusman,  dahulu rumah mereka disamping kubur mesjid. Ahmad mempunyai anak bernama Aqmal yang berdiam di Binjai Sumatera, Bakri mempunyai Anak sam’un, Kusman menikah dan tinggal di Rasau palajau Hulu mempunyai anak bernama Tuh Halus yang tinggal diseberang langgar di banua Asam, saudaranya yang lain bernama Syahrani, Nasri, Diyang Kacil, Ahmad Kusasi.

8., keluarga ni Anaf dan saudaranya, keturunan keluarga ini yang diketahui adalah kai mansur di banua asam, mantan kaum mesjid banua asam, serta hamdi di Rasau ayah dari fadli Yang seorang guru di Madrasyah Tsanawiyah negeri palajau.

9. beberapa keluarga lain disekitar simpang empat palajau, seperti keluarga besar Andin Fakir, dan keluarga besar Andin Thaher.

Hasan dan Aliudin diperkirakan bersaudara, begitu pula dengan keluarga Abrar juga merupakan sepupu, keluarga Tuan guru Japeri juga merupakan saudara jauh dari tiga keluarga diatas. begitu bersepupu pula dengan keluarga haji Abdul Kadar

Sebenarnya anak-anak datu Hasan telah meninggalkan Palajau, seperti Karim yang meninggal di Binjau Pirua tanpa mempunyai keturunan dan Amin yang meninggal di desa Bandar basilam, serdang bedagai, tanah deli sumatera utara. Sedangkan Naim merantau ke kampung asam kumbang Batu Pahat johor baharu, Malaysia, namun tiba-tiba sebelum jaman jepang Naim yang sudah tua pulang kampung membawa seluruh keluarganya dan memelihara tanah turunannya di pelajau.

Abrar mempunyai seorang sepupu bernama Ali Ahmad yang merantau ke sumatera dan mempunyai anak bernama Jumberi.

Begitu pula dengan keluarga tuan Guru Japeri bin Ismail, ayah beliau Ismail merantau ke Malaysia dan tidak pernah pulang kembali, keluarga beliau masih banyak di Malaysia meski tidak diketahui dimana.

pada dasarnya keluarga keluarga mesjid keramat Palajau ini berasal dari satu rumpun dan berkeluarga , tapi karena sekian lama tidak tercatat maka hal itu terlupakan. menurut penuturan salah satu keturunan palajau yang masih hidup, rumah-rumah para keluarga diatas dahulu merupakan rumah-rumah besar panggung bubungan tinggi.

Banyak keluarga palajau merantau dan pergi meninggalkan palajau di karenakan permusuhan dengan belanda. di lain sisi keluarga Palajau juga diakui sebagai Keluarga birokrat dan penguasa Wilayah Batang Alai dan Labuan Amas selama ratusan tahun hal itu lah yang menjadikan Belanda memecah belah keluarga ini dengan tetap menunjuk salah satu keturunan Palajau menjadi pemimpin setelah perang banjar usai.  Selain itu sudah pasti keluarga palajau lain menyebar ke seluruh wilayah sekitar palajau, sebut saja, mahang, pandawan, banua asam, banua kupang, pajukungan, rasau, pandawan, palas, matang birik, manjang, kampung kadi, birayang bahkan ke Negara dan banyak lagi. Rasanya sangat tidak mungkin seluruh keluarga palajau hanya mendiami sebuah wilayah kecil palajau, banyak informasi seperti ditulis diatas jika keluarga keturunan utusan demak dari palajau juga ada didaerah lain.

14.  Ada pendapat bahwa yang disebut datu palajau adalah Datu Arya Tadung Wani, menurut legenda dianggap sebagai seorang  berasal pada jaman Hindu-Budha,  seorang panglima dari dayak Maanyan yang dating ke Palajau. Memang palajau telah lama dihuni manusia, dahulu merupakan pusat pemerintahan dan perdagangan, banyak bukti sejarah yang dengan mudah kita temukan disana seperti banyaknya pecahan keramik dan perahu yang terpendam di dalam tanah, bahkan sampai tahun 1960-an masih ada orang-orang bukit yang datang ke mesjid keramat, mereka bercerita bahwa dahulu nenek moyang mereka pernah tinggal di daerah palajau.

Maka penulis berani mengatakan bahwa Datu Arya Tadung Wani bukanlah Datu Palajau sebagaimana beberapa anggapan tersebut, karena yang dimaksud Datu Palajau disini adalah Seorang penyebar agama Islam.

Saat ini kubur dari Datu Arya Tadung Wani di beri tanda/pengumuman oleh beberapa warga sekitar kuburnya di daerah jajaluk pandawan sebagai Datu Palajau, tentu saja hal itu tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Semoga bermanfaat dan bisa memancing penelitian lebih lanjut.


cataan: Tulisan ini akan terus di update penulis sesuai perkembangan penelitian terakhir penulis

(Secara fisik orang-orang keturunan palajau memang sangat mirip dengan ciri fisik keturunan Arab),,penulis

Dibeberapa daerah tersebut juga dinyakini ada mesjid yang dibangun oleh mereka seperti mesjid pusaka di banua lawas kalua Tanjung, dan beberapa mesjid lainnya.

seperti diketahui di kedua desa ini (palajau dan Jatuh) terdapat mesjid yang diyakini dibangun oleh utusan demak dan diperkirakan hampir sejaman , kedua keturunan desa ini juga mengaku keturunan utusan penyebar  islam dari demak

jika ada informasi baru dan untuk berdiskusi silahkan hubungi

email: Alfigenk@hotmail.com
Mobil phone : +6287814580139

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Laporan dari Kupang, Sambutan Sederhana …

Opa Jappy | | 20 December 2014 | 16:29

Pendekar Tongkat Emas, Karya Anak Bangsa …

Murda Sulistya | | 20 December 2014 | 15:53

5 Alasan Berhenti Menggunakan Styrofoam, …

Gede Surya Marteda | | 20 December 2014 | 12:17

Be a Role Model : Do it Now and Start From …

Fifin Nurdiyana | | 20 December 2014 | 14:14

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 15 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 17 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 17 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 18 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: