Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Somboy

UNCONDITIONAL LOVE

Ishak dan Ismael (Another Angle for World PEACE)

OPINI | 07 September 2013 | 09:06 Dibaca: 360   Komentar: 8   0

Melihat perseteruan yang terjadi diantara sesama keturunan Nabi Ibrahim/Abraham yang sampai saat ini tidak kunjung padam, sangatlah disayangkan sekali…

Konflik antara bangsa Arab yang sekarang coba direpresentasikan secara “rohani” oleh umat Islam diseluruh dunia (keturunan Ismael anak dari gundik Ibrahim yang bernama Hagar) berhadapan dengan bangsa Israel/Yahudi (keturunan Ishak anak dari istri Ibrahim yang bernama Sara) yang memang sebagai anak perjanjian yang Tuhan pernah sampaikan kepada Abraham hingga saat ini memang sepertinya semakin diperbesar dan dilebih-lebihkan isunya seolah-olah memang Yahudi dan Israel harus dimusnahkan dari muka bumi ini seperti yang pernah disampaikan Ahmadinejad dari Iran (”hapus Israel dari peta dunia!”). Bahkan kalau saya perhatikan di Indonesia, khususnya umat Islam yang seperti FPI dan sejenisnya maka isu ini sangatlah kental terlihat sebagai bahan bakar untuk memotivasi anggota untuk semakin semangat dalam melakukan setiap aktivitasnya. Kalau bahasa sederhananya : “pokoknya Israel dech yang salah dan harus kita salahkan!”.

Saya mau katakan kepada kita semua umat Kompasianer kalau antara Ismael dan Ishak tidak ada konflik apapun. Sangatlah wajar di zaman dulu kalau Ibrahim dapat mempunyai anak dari wanita pelayan Istrinya. Bahkan memang jelas bahwa justru Sara lah yang menyerahkan Hagar untuk “dihampiri” oleh Abraham supaya Sara mendapatkan keturunan melaluinya. Saya akan stop sampai di sini, detailnya silahkan google di Genesis 16.

Yang mau saya sampaikan adalah, adalah cerita tentang datangnya Ismael ke acara pemakaman Abraham dan bersama-sama Ishak mereka menguburkan Abraham di gua Makhpela di sebelah timur Mamre. Abraham wafat di umurnya ke 175 tahun, dan Ismael yang waktu kecilnya sudah “terusir” oleh Abraham karena Sara Istrinya pergi meninggalkan keluarga Abraham, Sara dan Ishak sekitar berumur 14 tahun.

Kalau diikuti kisah ini dari awal maka Ismael sudah berumur sekitar 90 tahun ketika ikut bersama-sama Ishak menguburkan Ibrahim/Abraham. Jadi kalau dihitung ada jarak sekitar 70 an tahun sejak “peristiwa pengusiran” Hagar dan Ismael dari rumah Abraham dengan peristiwa perjumpaan kembali Ismael dan Ishak di acara pemakaman Abraham. Saya membayangkan saja bagaimana ternyata mereka sebagai saudara se Ayah ternyata dapat hidup saling menghargai walaupun terpisah oleh jarak dan waktu.

Perlu kita sadari kembali bahwa di zaman dulu tidak ada telepon, dan tidak mungkin Ismael dapat tiba-tiba saja datang karena kabar yang diberitakan Ishak karena Ismael tinggal di padang gurun Paran dan keturunan Ismael nantinya mendiami daerah Hawila sampai Syur di sebelah timur Mesir ke arah Asyur dan sudah tentu jauh dari tempat tinggal Ishak. Hal yang paling mungkin dan pasti adalah bahwa kedua bersaudara ini tetap memiliki tali silahturahim dan ikatan persaudaraan yang kuat sehingga mereka dapat mengetahui kondisi dari masing-masing mereka.

Saya membayangkan nich, barangkali dalam kunjungan terakhir Ismael menjenguk Ibrahim dan Ishak di rumahnya, beliau melihat bahwa sudah mendekat saat-saat kematian Ibrahim sehingga beliau tidak jadi pulang kampung dulu dan mendampingi Ibrahim hingga matinya dan seperti yang tercatat bahwa akhirnya mereka bersama-sama menguburkan dan membuat acara pemakaman terakhir kepada Ibrahim. Indahnya moment ini jika saya bayangkan dapat kita saksikan dalam sebuah film dokumenternya.

Jadi poin saya adalah bahwa Ishak menyadari bahwa bagaimanapun juga Ismael adalah saudaranya dan abang dari Ishak sendiri juga meskipun anak dari budak Bapak dan Mamanya Sara sehingga mereka ketika grow up dewasa menyadari tetaplah mereka bersaudara karena satu ayah yaitu Ibrahim/Abraham. Demikian juga Ismael, tetaplah membangun persahabatan dengan Ishak karena bagaimanapun Ayah mereka sama-sama Ibrahim.

(Seperti saya sampaikan di atas, andai saja ada catatan lebih lengkap tentang hubungan kedua saudara ini dan bisa kembali dibuatkan sebuah  film pastilah sangat menyentuh dan dapat membawa hujam penyejuk perdamaian bagi dunia yang sudah kering kerontang akibat konflik sesama keturunan Ibrahim ini)

Jadi, tolonglah sebarkan dan renungkan kisah mereka berdua (Ismael dan Ishak) dan sebarkan kepada sanak-saudara kita di rumah, di kantor, di lingkungan dan dimanapun juga sebagai kisah persaudaraan se Ayah yang sangat indah dimana mereka menguburkan Ayah mereka bersama-sama yaitu Ibrahim/Abraham dan semoga kita dapat hidup damai di bumi tercinta Indonesia.

Dan marilah kita mempelajari SEJARAH dengan baik dan jangan mau diperalat oleh propaganda yang justru membawa bangsa ini kepada kehancurannya akibat konflik SEMU yang tidak mendasar jika ditarik kepada sejarah awal mulanya.

Ini dia cuplikan ayatnya :
“Abraham mencapai umur seratus tujuh puluh lima tahun, lalu ia meninggal. Ia mati pada waktu telah putih rambutnya, tua dan suntuk umur, maka ia dikumpulkan kepada kaum leluhurnya. Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia dalam gua Makhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang letaknya di sebelah timur Mamre, yang telah dibeli Abraham dari bani Het; di sanalah terkubur Abraham dan Sara isterinya.” (Genesis 25:7-10)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Unik, Sapi Dilelang Secara Online …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 7 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 7 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 14 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

“Happy” Andien Fashionable di La Fayette …

Irvan Sjafari | 10 jam lalu

Perpustakaan adalah Surga …

A Fahrizal Aziz | 10 jam lalu

Tinjauan dari Sisi Lain: Keluarga Pejabat …

Rumahkayu | 10 jam lalu

Memandangmu, Tanpa Kata …

Ryan. S.. | 10 jam lalu

Pilkada Tak Langsung Lebih Baik Daripada …

Anna Muawannah | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: