Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Palti Hutabarat

Hanya ingin berbagi reportase dan opini. Semoga bermanfaat bagi semua kompasianer. Staf Perkantas Riau. Inisiator Jaringan selengkapnya

Sejarah Donor Darah

REP | 12 September 2013 | 07:34 Dibaca: 951   Komentar: 0   0

Mungkin tidak banyak dari kita yang tahu sejarah pertama kali dilakukannya transfusi darah atau juga biasa disebut donor darah. Ternyata usaha untuk melakukan transfusi sudah dilakukan pada abad 15. Dalam catatan yang dibuat oleh Stefano Infessura peristiwa transfusi pertama dilakukan oleh 3 anak laki-laki kepada Pope Innocent VII.

Infessura mengisahkan bahwa pada tahun 1942, Pope Innocent VII mengalami koma. Kemudian dilakukanlah transfusi darah melalui mulut seperti yang disarankan oleh ahli kesehatan pada saat itu. Pada saat itu belum ada pengetahuan transfusi darah seperti saat ini. Akhirnya transfusi yang dilakukan gagal dan mengakibatkan kematian Pope Innocent VII dan juga ketiga anak tadi.

Meski mengalami kegagalan, usaha melakukan transfusi darah tidak pernah berhenti dilakukan. Penelitian dan cara-cara baru terus diusahakan. Dimulai dari Harvey’s experiments yang meneliti sirkulasi darah untuk melakukan transfusi darah. Penelitian yang dilakukan pada abad 17 ini berhasil diterapkan pada sesama hewan. Tapi sayangnya belum berhasil ketika diterapkan kepada manusia.

Dokumentasi pertama transfusi darah dituliskan 15 Juni 1667 oleh Dr. Jean-Baptiste Denys, ahl kesehatan terkenal pada masa King Louis XIV of France. Dia melakukan transfusi darah domba kepada anak laki-laki berusia 15 tahun. Transfusi yang dilakukan berhasil dan sang anak selamat. Hal ini juga dilakukan pada percobaan yang lain dan juga berhasil selamat. Namun, karena jumlah darah yang ditransfusi kecil, merekapun mengalami reaksi alergi.

Denys terus melakukan percobaan-percobaan yang mengakibatkan matinya Baron Bonde dan Antoine Mauroy. Akhirnya penelitian Denys mendapatkan penolakan dari banyak pihak dan terpaksa dihentikan pada tahun 1670. Sejak itu, penelitian atau usaha transfusi darah dilarang.

Tapi yang namanya peneliti, larangan tidak menurutkan semangat mereka untuk tersu melakukan penelitian. Penelitian pun dilakukan oleh Christian Zagado yang meneliti dampak dari perubahan volume pada fungsi sirkulasi dan mengembangkan metode cross-circulatory pada hewan.

Penelitian transfusi darah pun terus berkembang pada abad 19 dengan ditemukannya perbedaan tipe darah setelah melakukan pencampuran darah dari pendonor dan dari penerima sebelum transfusi. Hal ini menjadi sebuah kemajuan yang mendukung transfusi darah yang lebih baik.

Pada tahun 1818, Dr. James Blundell, ahli kandungan Inggris, melakukan transfusi darah pertama yang berhasil diterapkan pada manusia. Hal ini dilakukan oleh Blundell dengan menggunakan darah suami pasiennya sebagai donor, dan mengekstrak 4 ons darah dari lengannya untuk ditransfusi ke isterinya.

Dari tahun 1825 sampai 1830, Dr. Bundell melakukan 10 transfusi, dimana 5 transfusi sangat bermanfaat, dan dia pun mempublikasikan keberhasilannya. Dia pun meraih banyak keuntungan dari transfusi yang dilakukannya.

Tahun 1840, di sekolah kedokteran St George’s Hospital, Samuel Armstrong Lane, dengan bantuan Dr. Blundell, melakukan transfusi darah menyeluruh pertama kalinya untuk hemofilia. George Washington Crile berhasil melakukan operasi pertama menggunakan transfusi darah langsung di Cleveland Clinic.

Meski begitu masih ada juga pasien yang mati sampai tahun 1901 dimana seorang Austria bernama Karl Landsteiner menemukan pengelompokan darah manusia, dimana transfusi darah menjadi lebih aman. Dia berhasil menemukan pengelompokan darah menjadi golongan darah A, B, AB, dan O. Dengan pengelompokan ini maka transfusi darah tidak lagi sembarangan dilakukan dan disesuaikan dengan golongan darahnya. Atas penemuannya ini Karl Landsteiner mendapatkan penghargaan nobel dalam bidang psikologi dan kesehatan pada tahun 1930.

Perkembangan transfusi darah semakin baik. Setelah sebelumnya transfusi darah dilakukan secara langsung, kini transfusi darah tidak langsung mulai dikembangkan. Pada tahun 1910an ditemukan bahwa dengan menambahkan anticoagulant dan didinginkan maka darah bisa disimpan untuk beberapa hari. Penemuan ini akhirnya membuka jalan untuk membuka bank darah.

Transfusi darah tidak langsung pertama kali dilakukan pada 27 maret 1914 oleh seorang dokter dari Belgia bernama Albert Hustin yang menggunakan sodium sitrat sebagai anticoagulant.

Sedangkan transfusi darah tidak langsung pertama menggunakan darah yang disimpan dan didinginkan dilakukan pada 1 Januari 1916. Oswald Hope Robertson, seorang peneliti medis dan pejabat tentara AS, patut diberikan kredit dengan mengembangkan bank dunia pertama selama bekerja di Perancis selama perang dunia pertama.

Selanjutnya perkembangan bank dunia dan juga institusi transfusi darah semakin baik dari tahun ke tahun. Kita patut bersyukur untuk orang-orang yang terus berjuang untuk penyempurnaan proses transfusi darah yang saat ini bisa kita nikmati kesuksesannya. Sehingga tidak ada lagi yang perlu mati saat transfusi dan bisa menyelamatkan banyak nyawa orang.

Salam.

Sumber: www.news-medical.net/health/History-of-Blood-Transfusion-(Indonesian).aspx

Tags: donordarah

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ini Curhat Saya dan Curhat Pak Ganjar …

Ratih Purnamasari | | 28 November 2014 | 07:28

Golkar Pecah, Diprediksi Ical Akan Kalah, …

Prayitno Ramelan | | 28 November 2014 | 06:14

Ditangkapnya Nelayan Asing Bukti Prestasi …

Felix | | 28 November 2014 | 00:44

Masih Perlukah Pemain Naturalisasi? …

Cut Ayu | | 28 November 2014 | 08:26

Ikuti Lomba Resensi Buku “Revolusi …

Kompasiana | | 08 November 2014 | 15:08



HIGHLIGHT

Undangan Kopdar di Mataram dan Jambi …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Bias Patriakhi Wacana Pemotongan Jam Kerja …

Sutomo Paguci | 8 jam lalu

Anomali Tabiat Politik Aburizal Bakrie …

Almira Wardah | 8 jam lalu

Catatan Lumpur dan Buku Potret Lumpur …

Kembang_jagung | 8 jam lalu

Kay Pang Petak Sembilan …

Dhanang Dhave | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: