Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Ug Dani

Jurnalis media oline pewarta-indonesia.com bloger reporter blogdetik,mengelola media blog sebagai media informasi warga dengan kontek selengkapnya

Glodok Plaza Biru Sebuah Fenomena Sejarah

REP | 30 September 2013 | 21:15 Dibaca: 468   Komentar: 1   1

Siapa yang tidak tahu Glodok Plaza, Pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta tepatnya di jalan Hayam Wuruk Manga Besar Jakarta Barat, ternyata menyimpan sejarah yang fenomena terhadap perjalanan karier musik

13805502381535528397

glodokpromo.com

sang legenda, Koes Bersaudara yang sekarang dikenal dengan Koes Plus.

Glodok Plaza dahulu dikenal sebagai tempat penjara para narapidana, salah satu sejarah telah mencatat tokoh musik legendaris Koes Bersaudara pernah mendekam disana gara-gara bermain musik ala The Beatles yang pada waktu itu pemerintah sedang melarang rakyatnya untuk meniru budaya barat. Bagi Koes Bersaudara hal itu ditanggapi dengan santai kerana meraka hanya bermusik gak kepikiran macam-macam. Sayang pemikiran mereka tidak sejalan dengan Soekarno malah meraka dituduh telah melakukan tindaksubversib sehingga mereka dimasukan kedalam sel selama 100 hari.

Soekarno juga mengecam permaianan musik mereka yang ke barat-baratan dengan sebutan ” ngak-ngik-ngok ” sehingga untuk membendung budaya barat yang kian mewabah Koes Bersaudara ditangkap karena mereka adalah pelopor bagi anak-anak muda kala itu. Tapi penjara bukanlah tempat mengurung kreatifitas bermusik mereka, terbukti karya-karya Tonny Koeswoyo bersama adik-adiknya selama dalam tahanan Glodok menjadi sebuah inspirasi seperti lagu-lagunya selama dalam tahanan, Voorman, Balada Kamar 15, dan masih banyak lagi.

Menjelang peristiwa G30S/PKI mereka dibebaskan, seiring denganĀ  jalannya waktu, roda sejarahpun terus berputar, saat mereka bebas dari penjara mereka bagaikan burung lepas dari sangkar. Permintaan panggung maupun dalam berkretifitas musik berada dalampuncaknya kala itu. Sayang saat ditengah kejayaannya Koes Bersaudara sempatmengalami masa pahit karena Koes Bersaudara pecah dan brganti nama Koes Plus yang pada awalnya Koes Plus kurang mendapat tempat dihati masyarakat. Namun saat diadakan Jambore di Senayan justru nama Koes Plus kian melejid dan bahkan mengalahkan popularitas Koes Bersaudara.

Patah tumbuh hilang berganti,sejarahpun terus bergulir Koes Bersaudarapun kembali bersatu disaat Koes PlusĀ  berada dipuncak kejyaannya, walau Koes Bersaudara jilid 2 tidak seheboh dulu. Namun seiring dengan itupula sejarah Glodok tempat dimana mereka pernah dipenjarakan berubah fungsi yang sekarang kita kenal sebagai Gldok Plaza pusat perbelajaan yang cukup megah. Jika anda mengunjungi tempat itu tentu anda akan teringat tentang legenda musik tana air, sang legenda tersebut juga mengabadikan lewat lagunya ” Glodok Plaza Biru” .

Tentu anda masih ingat syair lagu tersebut, ” dimana kini rumah penjaraku yang dulu pernah kutunggu..mungkinkah yang ini, indah dan berseri..dapatkah ini menghilangkan nanti kisah sedihku yang dulu…kusebut namamu Glodok Plaza Biru…”*

13838332081280854447

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 7 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 12 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 13 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 15 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Preman …

Bhre | 7 jam lalu

Bercanda, Berfilsafat! …

Wahyudi Kaha | 8 jam lalu

Persipura Punya 5 Kandidat Pelatih Baru …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Hujan …

Gusranil Fitri | 8 jam lalu

Renungan Malam Tahun Baru 1436H: Ketika Doa …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: