Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Ug Dani

Jurnalis media oline pewarta-indonesia.com bloger reporter blogdetik,mengelola media blog sebagai media informasi warga dengan kontek selengkapnya

Glodok Plaza Biru Sebuah Fenomena Sejarah

REP | 30 September 2013 | 21:15 Dibaca: 453   Komentar: 1   1

Siapa yang tidak tahu Glodok Plaza, Pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta tepatnya di jalan Hayam Wuruk Manga Besar Jakarta Barat, ternyata menyimpan sejarah yang fenomena terhadap perjalanan karier musik

13805502381535528397

glodokpromo.com

sang legenda, Koes Bersaudara yang sekarang dikenal dengan Koes Plus.

Glodok Plaza dahulu dikenal sebagai tempat penjara para narapidana, salah satu sejarah telah mencatat tokoh musik legendaris Koes Bersaudara pernah mendekam disana gara-gara bermain musik ala The Beatles yang pada waktu itu pemerintah sedang melarang rakyatnya untuk meniru budaya barat. Bagi Koes Bersaudara hal itu ditanggapi dengan santai kerana meraka hanya bermusik gak kepikiran macam-macam. Sayang pemikiran mereka tidak sejalan dengan Soekarno malah meraka dituduh telah melakukan tindaksubversib sehingga mereka dimasukan kedalam sel selama 100 hari.

Soekarno juga mengecam permaianan musik mereka yang ke barat-baratan dengan sebutan ” ngak-ngik-ngok ” sehingga untuk membendung budaya barat yang kian mewabah Koes Bersaudara ditangkap karena mereka adalah pelopor bagi anak-anak muda kala itu. Tapi penjara bukanlah tempat mengurung kreatifitas bermusik mereka, terbukti karya-karya Tonny Koeswoyo bersama adik-adiknya selama dalam tahanan Glodok menjadi sebuah inspirasi seperti lagu-lagunya selama dalam tahanan, Voorman, Balada Kamar 15, dan masih banyak lagi.

Menjelang peristiwa G30S/PKI mereka dibebaskan, seiring dengan  jalannya waktu, roda sejarahpun terus berputar, saat mereka bebas dari penjara mereka bagaikan burung lepas dari sangkar. Permintaan panggung maupun dalam berkretifitas musik berada dalampuncaknya kala itu. Sayang saat ditengah kejayaannya Koes Bersaudara sempatmengalami masa pahit karena Koes Bersaudara pecah dan brganti nama Koes Plus yang pada awalnya Koes Plus kurang mendapat tempat dihati masyarakat. Namun saat diadakan Jambore di Senayan justru nama Koes Plus kian melejid dan bahkan mengalahkan popularitas Koes Bersaudara.

Patah tumbuh hilang berganti,sejarahpun terus bergulir Koes Bersaudarapun kembali bersatu disaat Koes Plus  berada dipuncak kejyaannya, walau Koes Bersaudara jilid 2 tidak seheboh dulu. Namun seiring dengan itupula sejarah Glodok tempat dimana mereka pernah dipenjarakan berubah fungsi yang sekarang kita kenal sebagai Gldok Plaza pusat perbelajaan yang cukup megah. Jika anda mengunjungi tempat itu tentu anda akan teringat tentang legenda musik tana air, sang legenda tersebut juga mengabadikan lewat lagunya ” Glodok Plaza Biru” .

Tentu anda masih ingat syair lagu tersebut, ” dimana kini rumah penjaraku yang dulu pernah kutunggu..mungkinkah yang ini, indah dan berseri..dapatkah ini menghilangkan nanti kisah sedihku yang dulu…kusebut namamu Glodok Plaza Biru…”*

13838332081280854447

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Messenger Apps di Android yang Akan …

Kevin Anandhika Leg... | | 22 August 2014 | 20:10

Serial Animasi Lokal Mulai Muncul di …

Pandu Aji Wirawan | | 22 August 2014 | 18:29

Keputusan MK tentang Noken, Bagaimana …

Evha Uaga | | 22 August 2014 | 12:23

Berlian …

Katedrarajawen | | 22 August 2014 | 20:01

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Pesta Perkawinan Mewah, Apa Ngaruh dalam …

Ifani | 6 jam lalu

SBY ‘Ngrecoki’ Jokowi …

Suko Waspodo | 8 jam lalu

“Ahok” Sumbangan Prabowo Paling …

Pakfigo Saja | 13 jam lalu

Saat Mahkamah Konstitusi Minus Apresiasi …

Zulfikar Akbar | 17 jam lalu

Kuasa Hukum Salah Berlogika, MK Tolak …

Sono Rumekso | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: